Kamu Pebisnis atau Pedagang?

perbedaan pebisnis dan pedagang
  • March 22, 2019

Aloha,

Setelah lama tidak menulis. Hari ini saya lagi punya waktu senggang untuk menulis artikel baru. Dan ini jujur saja kepikiran dari kemarin. Soal perbedaan antara pedagang dengan pebisnis. Kenapa saya mau bahas ini?

Sebetulnya ini muncul karena saya sering bikin kelas workshop digital marketing. Dari situ, saya kan pasti jualan tiket kelas ya, dan saya bisa melihat banyak orang yang mendaftar, namunn tidak sampai ke tahap membayar. Jadi, daftar doang, tapi gak bayar, yang otomatis ya gak ikut kelas dong.

Saya bikin kelas workshop begini sudah hampir 2 tahun, start dari sebuah agency, dikembangkan dengan workshop, merupakan sebuah tantangan yang berbeda. Tapi, ada satu kesamaan. Banyak yang ingin jadi pebisnis tapi mentalitas pedagang.

Ini yang harus dibedakan. Bisnis pasti dagang. Tapi dagang belum tentu bisnis.

Dagang adalah tentang gimana cara nya dapet duit tiap hari, dan bisa makan tiap hari, dan bisa makan enak di tiap akhir pekan bareng teman, keluarga, pasangan.

Bisnis juga berdagang, juga mementingkan perut terisi setiap hari. Tapi, pebisnis punya cara pikir yang berbeda. Mereka selalu ingin menambah, mengembangkan, memperkuat apa yang mereka jual di pasar. Pebisnis selalu berpikir 2 langkah ke depan untuk menentukan suatu hal. Pebisnis selalu ingin belajar, karena mereka tahu, kalau gak belajar, gak berkembang. Dan kalau gak berkembang, mereka akan mati cepat atau lambat.

Apa yang membedakan secara keseluruhan?

1.. Mindset

Pebisnis punya mindset, bagaimana mereka bertahan dan berkembang. Apa yang harus mereka pelajari. Jika harus investasi, mereka sudah punya perhitungan lengkap. Pebisnis cenderung mencari hal yang bisa menantang diri nya, meski itu tidak nyaman.

Sementara pedagang, gak perlu repot. Mereka tahu harus jual barang apa, mereka tahu perhitungan nya, dan mereka mencari kenyamanan. Sudah nyaman? Jangan buat risiko baru dengan mencari hal yang baru dan tidak nyaman.

2. Rencana Berjangka

Apa rencana jangka pendek, menengah, panjang untuk bisnis Anda? Setiap pebisnis, pasti sudah punya rencana apa yang akan mereka lakukan untuk membuat bisnis nya lebih keren di masa depan. Saya selalu buat rencana, bahwa tiap 2 tahun, The Tukang Marketing selalu punya lini usaha baru.

3. Berani Investasi

Investasi ini meliputi otak dan uang. Contoh ya, kalau uang itu artinya mereka selalu membuat aliran pemasukan dari banyak cara. Misalnya, membuka cabang restoran, buka sistem franchise, dan sejenisnya. Sementara, investasi otak adalah mereka keluar uang untuk belajar. Mereka tahu, ilmu gratisan berarti terbatas, sedangkan keluar uang berarti dapat lebih. 

Contoh lagi ya, teman saya, saking niatnya belajar, dia sampai bikin budgeting gitu tiap tahun untuk ikut course yang dia suka. Biasa nya dia budgetin 5-10 juta per tahun untuk belajar. Entah dari buku, workshop, atau apapun gitu. Saya aja budget belajar nya belum sebesar itu.

Jadi, setelah baca artikel ini, kamu itu pedagang atau pebisnis?