Pilih Salah Satu: Marketing atau Produksi? Jalani yang Mana Dulu?

  • September 4, 2018

Setiap kali buka kelas, saya selalu memberi tahu sebuah kalimat “Hasil akhir pengajaran ini, tidak selalu harus Anda yang kerjakan sendiri. Bisa rekrut pegawai, bekerja sama dengan agency, bisa juga dikerjakan Anda sendiri. Satu yang harus Anda pahami, jika Anda jago di produksi, serahkan urusan marketing kepada orang yang lebih paham. Begitu juga sebaliknya.”

Kenapa saya keluarkan kalimat tersebut?

Karena saya selalu menemukan banyak pemilik bisnis yang menjalani kedua poin tersebut sendirian. Padahal, dengan ngejalanin produksi dan marketing secara bersamaan, akan membuat Anda tidak fokus.

Apa yang membuat saya yakin bahwa banyak pebisnis yang tidak bisa menerapkan produksi dan marketing sendirian secara bersamaan? Kita mungkin sering lihat banyak produk dengan kualitas baik, namun packaging atau dikemas dengan kurang apik, sehingga tidak laku di pasaran, meski pasar nya luas. Atau, sebaliknya, produk dengan kualitas yang kurang, namun packaging nya sangat keren, sehingga pasar suka. Ini menandakan bahwa, ada dua orang dengan dua kemampuan yang berbeda, satu jago produksi namun tidak jago menjual. Satu lagi jago menjual, namun tidak jago produksi. Anda yang mana?

Sebelum kita bahas soal lebih penting produksi atau marketing, dan sebaiknya lakukan yang mana. Saya ingin memberi sedikit penjelasan tentang keduanya.

Apa itu Marketing?

Marketing adalah kegiatan memasarkan suatu produk ke target market Anda. Memasarkan disini dimulai dari membuat desain kemasan, konsep penjualan, target market, edukasi pasar, brainstorming manfaat produk, channel promosi, budget promosi, dan terakhir jalur distribusi penjual. Sementara..

Apa itu Produksi?

Produksi adalah kegiatan menciptakan sebuah produk/layanan yang akan ditawarkan dan diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Produksi dimulai dari sebuah ide produk/jasa, menentukan barang/layanan, menentukan cara pembuatan, menentukan visi dan misi, menciptakan barang/jasa tersebut, melakukan modifikasi atau perbedaan dari yang sudah ada, dan tentu saja meluncurkan produk ke pasaran.

Sekarang, jika Anda melakukan keduanya, coba pikirkan, apa yang paling membuat Anda nyaman? Jika Anda merasa lebih nyaman jualan, maka sudah pasti, serahkan urusan produksi ke orang yang lebih mampu. Cari orang tersebut, beri pelatihan. Sebaliknya juga begitu.

Oke, sekarang, saya sudah tahu mau pilih divisi yang mana. Tapi, saya bingung, enakkan dahulukan marketing atau dahulukan produk untuk jalani bisnis?

Ini pertanyaan yang biasa kami temui dari teman2 yang belum menjalankan bisnisnya. Mereka sudah punya ide, hanya saja, untuk produksi nya masih ragu. Ragu jika sudah buat banyak, namun ternyata tidak laku di pasar. Mereka juga ragu, jika jalanin marketing nya dulu, nanti hasilnya bagus, banyak orang mau beli, produksi nya keteteran.

Kalau saya pribadi, akan memilih jalani proses marketing terlebih dahulu. Ketika pertama kali saya memulai Tukang Marketing. Hal pertama yang saya buat adalah.. kartu nama. Yes, ini bagian dari marketing. Kedua, saya buat website. Ketiga, saya optimasi SEO website tersebut. Pertanyaan nya, kalau nanti ada orang mau kasih kerjaan, gimana dong?

Bukan berarti saya jalani marketing, tanpa memikirkan produksi. Saat itu, saya sudah memperkirakan, jika ada klien masuk, maka saya akan kerjakan sendiri, dan dibantu dengan freelancer, yang nama2nya sudah saya kantongi, tinggal hubungi saja. 

Dari sini, kita sudah tahu, bahwa sebelum saya meluncurkan segala kampanye marketing, saya sudah membuat antisipasi jika ada kejadian yang berhubungan dengan produksi. Saya akan beri contoh lain.

Teman saya, bisnis nya di bidang makanan ringan. Supplier nya berasal dari desa kecil di Jawa Tengah. Orang yang memproduksi adalah warga desa tersebut, dikepalai oleh ibu2 yang memang merupakan pencetus awal makanan ringan itu. Sebut aja, jualan keripik. Ibu tersebut awalnya jualan keripik yang cukup enak, jualan nya dengan cara keliling pasar. Suatu hari, teman saya melihat, mencoba, dan memberi proposal kerjasama. Teman saya, posisi nya adalah marketing dari keripik. Dan si Ibu posisi nya adalah produksi. Teman saya, menciptakan segala platform untuk marketing, mulai dari merek, website, media sosial, biaya iklan, dan kartu nama. Selang jalan 4 bulan, jumlah produksi keripik meningkat 300%, dikarenakan jumlah penjualan juga meningkat 300%. Akhirnya, si Ibu dan teman saya pun membuka lapangan kerja pada warga desa untuk membantu produksi.

Belajar internet marketing, workshop internet marketing

Daftar Kelas IM Basic, klik >>>> Workshop Internet Marketing Basic

Nah, dari cerita tentang keripik ini. Kita bisa tahu, bahwa ada dua orang yang bagus dalam produksi, dan juga marketing. Saya sendiri merasa lebih bagus dalam marketing. Banyak dari kegiatan saya, untuk urusan produksi dibantu oleh tim. Sehingga, saya hanya tinggal lakukan pengawasan dan konseptor.

Coba Anda pikirkan, dimana posisi terbaik Anda. Sehingga, Anda bisa mengeluarkan potensi tersebut, dan kontribusi terhadap tim akan lebih baik.